Boyolali, Sabtu (25/10) — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB
Boyolali menggelar kegiatan psikoedukasi bagi keluarga warga binaan
pemasyarakatan (WBP) yang tengah berkunjung di ruang tatap muka Rutan Boyolali.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan mahasiswa Profesi Psikologi
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan mahasiswa Program Studi Psikologi
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).
Kegiatan psikoedukasi tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat
struktural Rutan Boyolali, di antaranya Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan dan
Kepala Subsi Pelayanan Tahanan. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa memberikan
edukasi psikologis yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keluarga
terhadap kondisi emosional serta kebutuhan psikologis warga binaan selama
menjalani masa pidana.
Selain mendapatkan materi psikoedukasi, keluarga warga
binaan juga memperoleh sayur-mayur segar hasil budidaya warga binaan Rutan
Boyolali secara gratis. Pembagian hasil panen ini menjadi bentuk nyata dari
program pembinaan kemandirian yang dijalankan Rutan Boyolali, sekaligus
mempererat hubungan positif antara warga binaan, keluarga, dan pihak rutan.
Kepala Kesatuan Subsi Pelayanan Tahanan Rutan Boyolali,
Akbar Febri Handrian, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat
memberikan manfaat ganda, baik dari sisi edukasi maupun kesejahteraan keluarga
warga binaan.
“Melalui psikoedukasi, keluarga diharapkan lebih memahami
proses pembinaan yang dijalani warga binaan. Sedangkan pembagian hasil panen
menjadi simbol kemandirian dan hasil nyata dari program pembinaan di Rutan
Boyolali,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari keluarga warga
binaan yang hadir. Mereka mengaku senang bisa memperoleh pengetahuan baru
tentang pentingnya dukungan emosional bagi anggota keluarga yang tengah
menjalani masa pidana, sekaligus membawa pulang hasil panen yang segar sebagai
bentuk kepedulian pihak rutan. (gy)
