Boyolali – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali bersama
Dinas Kesehatan Kota Boyolali menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF)
Tuberkulosis melalui pemeriksaan Chest X-Ray (CXR) pada Jumat (26/9/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan RI yang
didukung Public Health Tuberculosis Center (PHTC) untuk mempercepat penemuan
kasus TBC di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin,
menyampaikan, pemeriksaan kesehatan ini menindaklanjuti Surat Edaran
Dirwatkeshab Ditjenpas Kemenimipas RI Nomor PAS.06-PK.07.03-442 Tahun 2025
tentang Penemuan Kasus Tuberkulosis melalui rontgen dada di 532 Rutan, Lapas,
LPAS, dan LPKA di 33 Kantor Wilayah.
Sebelumnya, pada Kamis (17/9/2025) telah dilakukan skrining
gejala awal terhadap 302 warga binaan. Dari hasil tahapan tersebut, pada Jumat
ini sebanyak 196 warga binaan menjalani pemeriksaan rontgen dada yang dilakukan
oleh tim vendor PT Tirta Medical Centre.
Pemeriksaan dilaksanakan melalui enam tahapan, mulai dari
pendaftaran, skrining gejala, pemeriksaan rontgen, penentuan terduga TBC oleh
dokter, pengumpulan spesimen dahak untuk pemeriksaan Test Cepat Molekuler
(TCM), hingga penginputan data ke dalam Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).
Dari hasil kegiatan ini, ditemukan 10 warga binaan terduga
TBC. Seluruh sampel dahak telah diambil untuk diperiksa lebih lanjut melalui
TCM di Laboratorium RS Pandan Arang Boyolali.
“Kegiatan ini berjalan dengan aman, tertib, dan menjadi
langkah penting dalam pencegahan serta pengendalian TBC di lingkungan Rutan,”
ungkap perwakilan tim kesehatan Rutan Boyolali.
Pihak Rutan Boyolali bersama Dinas Kesehatan Kota Boyolali
akan melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan penanganan dan tindak lanjut
bagi warga binaan yang terindikasi TBC. (rk)
