Boyolali – Sebanyak 40 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Boyolali mengikuti kegiatan penyuluhan anti narkoba yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Anti Madat (DPD GERAM) Jawa Tengah, Selasa (2/9/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Rutan Boyolali dan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran serta komitmen warga binaan untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin, hadir membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan. Dalam kesempatan itu, beliau menyampaikan apresiasi atas kunjungan dari Ketua DPD GERAM Jateng dalam memberikan edukasi kepada para WBP.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi yel-yel semangat bersama yang diikuti antusias oleh seluruh warga binaan. Yel-yel tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menjauhi narkoba dan menjalani hidup sehat.
Materi penyuluhan disampaikan langsung oleh Ketua DPD GERAM Jateng, Havid Sungkar, S.H. Dalam paparannya, Havid menekankan bahwa narkoba merupakan salah satu dari tiga masalah besar bangsa, selain korupsi dan radikalisme. Ia menyebut narkoba sebagai “musuh bangsa” yang tidak hanya merusak individu, namun juga masa depan generasi.
“Narkoba ibarat virus yang jika tidak dihentikan, akan terus menular dan merusak. Bapak dan Ibu sekalian harus memiliki kesadaran penuh untuk tidak lagi menggunakan narkoba. Harus ada keyakinan dalam diri untuk berubah,” tegas Havid dalam penyuluhan tersebut.
Sebagai penggiat anti narkoba, Havid juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menyadari bahaya laten narkoba dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Kegiatan diakhiri dengan ucapan terima kasih dari Kepala Rutan Boyolali atas penyampaian materi dan motivasi yang diberikan. Ia berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat menjadi bekal perubahan positif bagi seluruh warga binaan.
“Terima kasih atas nasihat dan motivasi yang telah disampaikan. Harapannya, ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (ko)
