Boyolali — Dalam upaya mendukung penguatan keterampilan dan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali menyelenggarakan kegiatan pembinaan keterampilan pembuatan cilok yang menyasar narapidana dan tahanan perempuan. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Rutan Boyolali dan Bahtera Mitra Mahardhika (BMM) Yogyakarta.
Pelatihan yang berlangsung pada Rabu (09/07) tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya melalui Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Fokus utama program ini adalah penguatan kapasitas serta pemberdayaan WBP agar mampu berkontribusi dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Boyolali, Taufiq Rahmadi, turun langsung mendampingi pelaksanaan kegiatan bersama para petugas. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya menekankan pada aspek teknis pembuatan makanan berbasis tepung aci tersebut, namun juga bertujuan membentuk jiwa kewirausahaan para peserta sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
“Ini adalah salah satu bentuk komitmen kami dalam menyiapkan WBP agar siap mandiri dan produktif setelah masa pidananya selesai. Mereka tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga pola pikir kewirausahaan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Ke depan, pelatihan serupa akan terus dikembangkan dengan variasi keterampilan lain guna mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan secara optimal.
